SMA PANGUDI LUHUR ST. YOHANES
SMA PL ST. Yohanes - Jln. S. Parman No. 3 Ketapang KalBar - Indonesia  Telp. (0534) 32864
Jumat, 23 April 2021  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


25.01.2021 08:18:53 62x dibaca.
ARTIKEL
New Normal (Pengalaman Mengikuti PJJ di Masa Pandemi Covid 19

Jika memikirkannya, sangat terasa perbedaan kehidupan hari ini dibandingkan tujuh bulan yang lalu. Kehidupan dimana masker hanya pajangan, dimana bersalaman menjadi kebiasaan. Semua berubah drastis ketika mikroorganisme jahat bernama Corona menyebar di seluruh dunia. Peristiwa yang pernah terjadi juga pada satu abad yang lalu, yaitu Flu Spanyol yang menyebar saat Perang Dunia I. Inilah aku, satu dari ratusan juta pelajar di dunia yang terkena deraan dari benda kecil ini.

Maret 2020 adalah saat-saat dimana hal yang tak terduga, dari tempat yang tak terduga, memasuki Indonesia di waktu yang tak terduga. Benda kecil yang sukses membuat panik satu negara. Banyak dampak yang terjadi akibat virus ini, termasuk pada kehidupan kami, para pelajar. Pada saat itu aku masih duduk di kelas X. Aku bersekolah di SMA Pangudi Luhur Santo Yohanes.

Awalnya, siswa kelas X dan XI ‘belajar di rumah’ (sebenarnya selalu disebut ‘libur’di kalangan pelajar) dikarenakan penyelenggaraan Ujian Sekolah bagi siswa kelas XII. Namun, tak disangka, ‘belajar di rumah’ itu diperpanjang dengan batas waktu yang tak pasti. Menjelang akhir bulan, pemerintah pusat memberikan komando memberhentikan aktivitas yang melibatkan banyak orang. Pihak sekolah juga menyarankan siswa untuk tetap di rumah. Tentu saja merupakan situasi yang buruk bagi orang-orang yang berulang tahun, termasuk aku.

Sebulan tak ada kabar, akhirnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan untuk sekolah-sekolah di Indonesia melakukan pembelajaran secara online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pada awalnya, PJJ ini terasa seru dan enak dijalankan bagiku. Aku tidak harus bangun awal, tidak perlu memakai seragam formal, aku bisa mengerjakan ulangan kapanpun (tentunya sebelum deadline), dan hal-hal lainnya.

Tetapi, seiring berjalannya waktu, sebagian besar siswa mulai merasakan gangguan atau hambatan, salah satunya aku. Masalah paling besar bagiku adalah masalah jaringan. Rumahku tidak terpasang Wi-Fi, makanya aku harus bergantung pada kuota data untuk belajar. Penggunaan kuota dataku untuk belajar lumayan besar. Pasalnya, materi yang diberikan sekolah menurutku agak terbatas. Oleh karena itu, aku mengandalkan aplikasi e-learning untuk lebih memahami materi dari sekolah. Alhasil, penggunaan kuota juga meningkat.

 

Namun jika dipikir-pikir, PJJ ini ternyata membuahkan beberapa hal positif di kehidupanku. Contohnya adalah aku mulai membiasakan diri untuk mengurangi pemakaian handphone supaya bisa menghemat penggunaan kuota. Dan ternyata mengurangi pemakaian handphone memiliki dampak positif pada mental dan mata. Contoh lainnya adalah karena banyak waktu luang, aku mengisinya dengan mengasah bakat, serta mempelajari hal baru seperti belajar bermain catur. Aspek positif yang paling terasa adalah aku berlatih memanajemen waktu seefektif mungkin, makanya kehidupanku selama PJJ ini lebih terarah. Aku berlatih membagi waktu antara belajar, mengerjakan tugas, dan bersantai.

Pada masa PJJ ini aku lebih banyak mengeluh daripada bersyukur. Tetapi ada satu hal yang kusadari: inilah yang akan aku lalui sebagai pelajar, mungkin selama satu tahun, atau bisa jadi lebih. Dan situasi inilah yang membuatku harus mengatur ulang teknik belajarku, mengatur ulang penggunaan kuota dataku, mengatur ulang penataan waktuku, mengatur ulang kebiasaanku. Karena pada akhirnya, situasi ini menempa dan memaksa kita untuk menciptakan kebiasaan-kebiasaan baru yang tak pernah kita duga. Kebiasaan yang menghasilkan perjalanan baru. Hidup baru. Normal baru.

(Ditulis oleh Frendy /Pemenang 1 Lomba Menulis Ekstra Jurnalistik 2020)








^:^ : IP 100.25.42.117 : 2 ms   
SMA PANGUDI LUHUR ST. YOHANES
 © 2021  http://smaplketapang.pangudiluhur.org/