SMA PANGUDI LUHUR ST. YOHANES
SMA PL ST. Yohanes - Jln. S. Parman No. 3 Ketapang KalBar - Indonesia  Telp. (0534) 32864
Sabtu, 25 November 2017  - 3 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


31.07.2010 19:02:48 4328x dibaca.
ARTIKEL
ORGANISASI WADAH PENGEMBANGAN KARAKTER (CHARACTER BUILDING)

Melihat pengertian Organisasi sebagai perkumpulan sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Maka tidaklah salah kalau Organisasi dijadikan wadah yang tepat untuk mengembangkan setiap orang (khususnya remaja) menjadi dirinya sendiri yang berkepribadian.


Melalui organisasi kita dapat belajar dan mempelajari berbagai karakter yang ada dalam diri kita maupun orang lain. Dengan berorganisasi pula softskil (ketrampilan) semakin ditempa dan semakin teruji. yang menjadi pertanyaan sekarang sejauh manakah keterlibatan kita dalam suatu oraganisasi? Khususnya mengasah keterampilan kita sesuai dengan bidang organisasi yang kita ikuti? dan sejauh mana pula peran dunia pendidikan dalam mengembangkan karakter peserta didiknya melalui organisasi? Organisasi wadah yang tepat untuk mengembangkan setiap orang menjadi dirinya sendiri yang berkepribadian. Menjadi diri sendiri yang berkepribadian, maksudnya disini, pribadi yang mengetahui kelemahan maupun kelebihan dirinya. Dia tidak menjadi pribadi orang lain, namun mau belajar dari orang lain.


Kepribadian yang ahli atau terampil dibidangnya masing-masing. Sehingga kepribadian seperti ini akan terus berkembang. karena mempunyai keterbukaan dan mau bekerja sama dengan orang yang berbeda karakter dengan dia. Misalnya, dalam sebuah organisasi yang terdiri dari banyak karakter, tentunya akan lebih baik apabila saling mengerti, mau mendengarkan pendapat orang lain yang mungkin berbeda, dan sungguh luar biasa, jika di antara anggota satu dengan lain saling mengisi kekurangan. Maka yakinlah, organisasi seperti ini akan sukses. Karena beranggotakan orang-orang yang percaya diri dan berkepribadian tangguh. Di dalam organisasi juga, kita bisa langsung berinteraksi antara satu dengan lainnya yang tentunya berbeda dengan kita. Perbedaan karakter itulah kata yang tepat kita munculkan.


Berbeda dalam nada bicara, berbeda cara mengorganisirnya, berbeda tingkah laku, pergaulannya dan perbedaan yang lainnya. Sebagai contoh, pastinya saudara kita dari timur akan berbeda karakternya dengan saudara kita dari jawa. Sehingga kalau kita benar-benar mengetahui dan berusaha memahami perbedaan karakter tersebut, kita akan bisa saling mengisi serta meminimaliser kekurangan-kekurangan kita. Hal ini akan terwujud apabila setiap individu dalam organisasi, memahami dan memaklumi adanya perbedaan karakter. sehingga yang perlu dipikirkan, bagaimana cara mengembangkan perbedaan tersebut ke arah yang saling mendukung.


Tentunya kesabaran, kerendahan hati dan kepekaan akan membantu dalam proses pengembangan karakter dan membantu kita untuk mencapai tujuan bersama. Selain mempelajari perbedaan karakter, beroraganisasi akan menempa dan menguji ketrampilan atau keprofesionalan kita. Artinya apabila kita memasuki sebuah organisasi, kita menjalani sebuah proses. Proses untuk mengasah keterampilan memimpin, memanajemen sebuah organisasi, proses membangun komunikasi yang baik dengan orang lain, bergaul dan bersikap serta banyak proses yang bersifat membangun. Keprofesionalan pun akan semakin terasah, misalnya yang organisasi jurnalistik Fotografi akan semakin profesianal di bidangnya dan begitu juga dengan panjat tebing mahir dalam panjat memanjat serta mengetahui teknis-teknis memanjat.


Untuk menjadi lebih berkembang dan lebih profesional diperlukan keaktifan atau keterlibatan. Aktif untuk terus menciptakan kreasi-kreasi yang berkaitan dengan organisasi yang digelutinya dan terlibat lansung dalam seluruh proses yang harus dilewati, tidak setengah-setengah. Berdasarkan pengamatan selama ini, semakin banyak seseorang terlibat dalam suatu kegiatan organsasi maka dia akan semakin paham akan organisasi tersebut.

Seperti dalam sebuah perkuliahan, teori itu memang penting dan akan lebih bagus apabila dari teori kita langsung melihat, mengetahui serta mengalami proses sampai munculnya teori tersebut. Sehingga keaktifan kita dalam sebuah organisasi menentukan sejauhmana perkembangan karakteristik kita. Tidak dipungkiri memang banyak anggapan miring terhadap organisasi. Diantaranya, kalau ikut organisasi nanti prestasi akademiknya menurun atau karena sibuk diorganisasi semangat kuliah atau sekolahnya menurun, bahkan sering tidak masuk.


Namun sebagai organisator yang baik, tentunya semua itu telah masuk dalam perhitungan. Karena layaknya calon pemimpin, para organisator telah dibekali cara memanejemen yang baik. Sehingga salah besar kalau ada anggapan bahwa organisasi membawa dampak buruk terhadap prestasi akademik. Masih segar diingatan saya, ketika salah seorang guru saya mengatakan, jangan jadikan organisasi beban untuk berprestasi secara akademik, tapi jadikanlah organisasi sebagai motivasi dibidang akademik.


Menurunnya prestasi akademik seorang organisator, tentunya bukan karena organisasinya namun lebih cenderung ke factor pribadi seperti rasa malas atau manajement organisasi atau personalnya yang perlu diperbaiki. Sejauh mana peran serta lembaga pendidikan dalam mengembangkan karakter peserta didiknya melalui organisasi? Mengembangkan karakter peserta didik dalam sebuah organisasi pendidikan, tentunya diperlukan keterlibatan lembaga pendidikan itu sendiri.


Semakin berkembangnya sebuah organisasi di sebuah lembaga pendidikan, maka semakin baik pula peran lembaga pendidikannya. Sedikit contoh, berdasarkan pengamatan selama tiga tahun berkuliah di Universitas Kanjuruhan Malang, dapat dibedakan cara berkomunikasi mahasiswa yang ikut organisasi dan yang tidak mengikuti organisasi.


Anak organisasi tentunya akan lebih berani berbicara di depan umum tanpa ada kegugupan karena mereka sudah terbiasa berbicara di tengah-tengah keramaian (teman-teman organisasi mereka). Keberanian, kepercayaan diri, empaty, mudah bergaul, Mudah beradaptasi dan keterbukaan membuat para organisator semakin mampu menjadi diri mereka sendiri yang berkarakter. Perkembangan tersebut tentunya sesuai dengan tujuan dari dunia pendidikan yang telah diatur dalam undang-undang pendidikan. Tinggal bagaimana lembaga pendidikan mengambil langkah yang bijaksana mengembangkan dalam mengolah organisasi sekolah atau perguruan tinggi supaya seimbang dengan bidang akademiknya. Sehingga tunas-tunas bangsa ke depan semakin handal dan berkepribadian yang tangguh.








^:^ : IP 54.145.124.143 : 2 ms   
SMA PANGUDI LUHUR ST. YOHANES
 © 2017  http://smaplketapang.pangudiluhur.org/