SMA PANGUDI LUHUR ST. YOHANES
SMA PL ST. Yohanes - Jln. S. Parman No. 3 Ketapang KalBar - Indonesia  Telp. (0534) 32864
Selasa, 11 Mei 2021  - 2 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


19.11.2009 14:15:08 1972x dibaca.
ARTIKEL
PELANTIKAN ANGGOTA KOOR

Minggu, 25 Oktober 2009, menjadi hari yang teramat sangat menyenangkan bagi seluruh anggota ekstrakurikuler koor SMA PL St. Yohanes. Mengapa? Yeah, kali ini anggota baru koor gak tanggung-tanggung lha, mereka pergi ke Gua Maria Manjau.


Keren! Minggu pagi itu semburat wajah yang pada ceria abieees pada berkumpul semua di sekolah (di sekolah juga ada pelatihan PMR/UKS dan PKS jadi ketemu gitu), jumlah pesertanya ada 76 orang plus pembina 4 orang, yaitu Pak Jani, Bruder Wahyu, Bu Hera dengan Pak Amir. Sebenarnya sih peserta koor itu lebih dari 76 orang, yaitu jumlah yang sesungguhnya 127 orang. Berhubung pergi ke Manjau itu perlu pertimbangan khusus, dari pertimbangan 2 bis itu gak mungkin muat untuk 127 orang sampe pertimbangan mereka yang sering gak masuk latihan. Jadi dari seleksi panitia, jumlah bersih yang didapat cuma segitu.


Dua buah bis berhenti tepat di sekolah pukul 06.20 WIB, padahal jadwal keberangkatan seharusnya pukul 06.00 WIB dan supir bisnya udah diberitahu, ngaret nih? Inilah khasnya orang Indonesia yang sulit ditiru negara manapun (ya iyalah, koq kebiasaan buruk ditiru), hehe… Dengan segera, Pak Amir serta anggota koor putra mengangkut sound sistem ke atas bis.


Dua buah bis tersebut panitia membagi menjadi 40 orang satu bis. Yang membimbing di bis 1 adalah Bu Hera dan dibantu pengurus OSIS bidang kerohanian, Saminor, Cindy, dan Hendrikus. Sedangkan di bis 2 yaitu Pak Jani, Marsellina Idoliana, Agustinus Tamtama dengan Novemba. Bruder dan Pak Amir di mana ya? Beliau-beliau enak banget, mereka pakai kendaraan pribadi.


Stand by dari Ketapang pukul 06.25 WIB, dan ini menjadi perjalanan yang teramat sangat menyenangkan. Langit pagi yang cerah. Matahari muncrat sejajar cakrawala, angin yang bertiup sepoi dan panorama alam yang sulit dilukiskan dengan kata-kata, pagi itu mengiringi perjalanan kita. Tapi ngomong-ngomong di bis itu ada yang mabuk nggak ya? Nggak tau deh, kayaknya sih ada, tapi siapa ya? He…he….he…. (kayaknya koordinator kerohanian de)


Nggak terasa saking asyiknya, perjalanan yang dituju sudah sampai dan jarum jam waktu itu sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB, kita turun persis di objek wisata Gua Maria. Karena waktu terbatas, jadi setelah turun dari bis, ganti pakaian, dan mempersiapkan segala sound sistem untuk misa dengan tema Penutupan Bulan Maria. Duh, di Manjau gak da listrik ni, mungkin kalo di perumahan warga ada, tapi kalo bwt acara kayak gini, masa mau minjem sama warga sekitar. Listrik darimana yah untuk menyalakan sound sistem? Ternyata dari genset yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh Pak Amir dan anggota koor yang putra. Memang penuh persiapan ya. “Two thumbs up! Bwt persiapannya.”


Setelah semuanya rampung, misapun sudah siap dimulai, tapi wow! Umatnya banyak banget, ternyata selain umat Manjau beserta OMK nya, ada juga AMBA dan OMK Santa Gemma yang sama-sama berasal dari Ketapang. Oh, jadi semarak banget.


Tugas misa pagi itu memang diborong oleh petugas dari Yohanes. Bagian Lektor yaitu Lulan dan Agus, Pemazmur Devi, Organis Cindy, sampai koor yang didirigeni oleh Kak Efrosina, semua berasal dari Yohanes. Jadi anak Yohanes ceritanya sekarang unjuk gigi dan mencoba memotivasi anak Manjau, Wes! Nampang ni!


Misa yang dipimpin oleh Romo Pamungkas tersebut berakhir tepat pukul 11.00 WIB, dan itu artinya setengah jam ke depan lagi acara selanjutnya adalah Pelantikan Anggota Baru Koor. Misa berakhir dan 30 menit yang berharga dijadikan waktu istirahat. Kamera, hape dll jadi barang paling penting…ting…ting…karena gambar yang diabadikan penting bwt dokumentasi jurnalistik. Tanpa terasa acara pelantikan sudah siap dilaksanakan.

Semua berkumpul dan pada acara prosesi pelantikan, Bruder Wahyu mengintrusikan untuk menyalakan lilinnya (satu orang satu lilin) yang sudah disiapkan sebelum berangkat. Lalu Romo pamungkas memimpin prosesi pelantikan, namun sebelumnya oleh Bruder Wahyu, seluruh anggota baru koor harus mengucapkan sumpah setia terlebih dahulu yang pada intinya siap dan bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan dan sesama. Lalu setelah pengucapan sumpah setia usai, Romo Pamungkas memberi nasihat sekaligus pegungan bagaimana cara menjadi anggota kelompok koor yang baik, yang selalu siap, dan bisa punya orientasi ke depan, yaitu dengan memegang teguh 8 kunci tangga nada dalam not. Kedelapan tangga nada mempunyai arti yang unik, Do=Doa ; Re=Rekan-rekan ; Mi=Misa ; Fa=Faham ; Sol=Solusi ; La=Latihan ; Si=Sikap ; dan Do’=Dorongan. Dengan semangat baru seolah lahir kembali setelah mendengarnya, seluruh anggota koor jadi manggut-manggut tanda mengerti.


Setelah penjelasan Romo Pamungkas usai, satu persatu anggota baru koor diperciki air kudus yang berasal dari Sendang di depan Gua Maria tersebut (basah….basah….). Mengiringi prosesi pemercikan itu, Bu Hera menyanyikan sebuah lagu berjudul “Kau Dipanggil Tuhan”. Alunan Keyboard Pak Amir yang lembut dari mengiringi dengan syahdu mendayu. Di penutupan acara pelantikan, seluruh anggota koor berdoa dan menyerahkan diri sepenuhnya pada Bunda Maria yang dipimpin oleh Pak Jani, dan akhirnya acara pelantikan anggota baru koor usailah sudah.


Penutupan pelantikan anggota baru selesai, acara selanjutnya yang ditunggu-tunggu pun sudah di depan mata, yaitu makan siang, karena sehabis ini acara selanjutnya udah banyak ngantre, jadi perlu energi cukup ni Walau capek tapi tetap semangat para peserta patut diacungkan jempol.


Pukul 13.00 WIB, bis meninggalkan Gua Maria Manjau menuju rumah adat tempat pertemuan untuk ramah tamah OMK dilaksanakan. Sesampainya di rumah adat tersebut, kita disambut baik oleh masyarakat setempat serta OMK Manjau juga. Ternyata acara tersebut selain koor SMA PL St. Yohanes, OMK Santa Gemma juga ikut memeriahkan bersama mereka, dan jadilah gedung adatnya ramai tak terkira.


Acara nyanyi-nyanyi, ramah tamah dari berbagai kelompok yang diwakili satu orang yaitu dari Yohanes diwakili oleh Makom, OMK Santa Gemma oleh Thomas A. Momo dan dari OMK Manjau oleh Petrus Budi, masing-masing perwakilan, mereka sharing pengalaman di depan umum, dan memberi motivasi agar orang muda bisa menjadi penerang di tengah masyarakat, lalu masyarakat setempat seperti Pak Servas juga memberikan dorongan agar anak muda masa kini bisa menjadi mpenerus bagi petua-petua dalam hidup di masyarakat.


Setelah beberapa lama, akhirnya acara yang dibawakan oleh MC Marselina dan Agus memutuskan untuk mengakhiri acara tersebut karena waktu terbatas. Selanjutnya adalah acara Olahraga, tepat pada pukul 15.00 WIB. Dalam acara tersebut, ke enam tim bermain sportif, dan ini bukan ajang mencari kemenangan, tapi hanya sebatas main persahabatan. Tim itu dibagi dari dari 3 tim putra dan putri, 2 tim dari OMK Manjau, 2 tim dari OMK Santa Gemma, dan 2 tim dari tim Yohanes. Semuanya sangat menikmati permainan yang diiringi canda tawa tersebut.


Pukul 17.15 WIB, permainan usai lalu dilanjutkan dengan sayonara dan pukul 17.20, tim Yohanes bersama OMK meninggalkan Manjau untuk kembali ke Ketapang.
Dalam perjalanan balik tersebut, ternyata ada hal mengejutkan yang terjadi, tim Yohanes di bis 2, ternyata ada yang ketinggalan di Manjau. Sungguh mengejutkan, ibarat pepatah mengatakan “Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak” (lebay amat ya…), tapi untung aja deh karena satu anak yang ketinggalan bis tersebut adalah anak Manjau sendiri dan Senin subuhnya dia kembali ke Ketapang bersama Pak Suroso. Tapi emank lah kalo orang Indonesia itu selalu aja untung. Pengurus bidang Kerohanian juga meminta maaf yang sebesar-besarnya karena kejadian ini dan mereka berharap ini tidak terulang kembali.
Pukul 19.20 WIB, kita nyampai di Ketapang dengan selamat, akhirnya semua kegiatan plus perjalanan satu hari full itu berjalan dengan sukses dan lancar, selamat buat teman-teman pengurus koor atas kerja kerasnya selama ini, ucapan terima kasih pada pihak sekolah yang sebesar-besarnya, pada dewan guru, anggota koor, de el el deh. Buat segenap masyarakat Manjau, sampai ketemu lagi di lain waktu. (s@m).








^:^ : IP 3.236.231.61 : 2 ms   
SMA PANGUDI LUHUR ST. YOHANES
 © 2021  http://smaplketapang.pangudiluhur.org/